Jadul! Inilah Alasan Kenapa di Foto Kuno Tak Ada Orang yang Tersenyum

Beda dulu, beda sekarang. Ternyata ada alasan unik kenapa pada foto kuno atau jadul tak ada yang tersenyum

Sir Arthur Conan Doyle - Jadul! Inilah Alasan Kenapa di Foto Kuno Tak Ada Orang yang Tersenyum

Tahukah kamu kenapa pada foto-foto kuno jarang ada orang yang terlihat tersenyum? Dengan kondisi dulu yang berbeda dengan masa sekarang, berfoto adalah suatu hal yang tak bisa dilakukan oleh semua orang. Berbagai penerapan aturan, adat istiadat juga mempengaruhi kenapa orang jarang tersenyum saat difoto. Berikut alasan kenapa pada foto kuno jarang ada orang yang tersenyum.

Bukan Orang yang Terpandang

Jadul! Inilah Alasan Kenapa di Foto Kuno Tak Ada Orang yang Tersenyum
nationalgheographic.grid.id

Pada era Viktoria (1837-1901) perilaku mulut terutup adalah suatu hal yang dianggap terhormat. Sebaliknya, senyuman adalah hal yang terkesan tak terhormat dan hanya melekat bagi pemabuk, orang yang tidak berpendidikan, orang miskin, dan anak-anak.

Proses Pemotretan yang Lama dan Mahal

Salah satu alasan kenapa pada foto zaman dahulu jarang yang terlihat tersenyum adalah lamanya proses penangkapan gambar pada kamera kuno.
Pada tahun 1834, Louis Daguerre dan Nicéphore Niépce yang berkebangsaan Prancis menemukan suatu teknik fotografi yang dinamai Daguerreotype.

Beberapa tahun kemudian, Daguerreotype dipublikasikan dan menjadi metode fotografi pertama di dunia yang dipublikasikan. Metode ini memungkinkan pengambilan gambar dengan waktu sekitar 60 sampai 90 detik.

Meski terbilang cepat pada eranya, akan tetapi dengan waktu sampai 90 detik sembari menahan tubuh untuk berpose bukanlah waktu yang sebentar.
Selain itu, biaya untuk pemotretan tidaklah sedikit. Tidak semua orang bisa melakukannya, bahkan kesempatan untuk difoto hanya sekali seumur hidup.

Faktor Kesehatan

Alasan kenapa pada abad sebelumnya difoto jarang terlihat tersenyum selanjutnya adalah karena faktor kesehatan. Pada era itu, gigi patah hanya bisa dicabut. Jadi, tidak mungkin seseorang yang difoto harus memperlihatkan gigi rusaknya.

Sumber :Grid

Written by Agistiadi Nugraha

Imajinasi adalah pelayan yang baik namun juga tuan yang buruk.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

Loading…

0

Comments